Sabtu, 20 September 2014

Toko Aksesoris Online Impianku


Toko online. Wah, kedengarannya keren, ya, bisa punya toko online sendiri. Saya dan suami saat ini sudah memiliki sebuah toko obat sederhana di pinggir jalan di depan komplek. Selain toko juga ada warung obat di rumah. Saya juga melayani pesan antar obat melalui sms khusus untuk para tetangga. Hasil penjualannya cukup lumayan. Terus, apakah saya tertarik untuk membuat toko obat saya tersebut menjadi toko obat online? Bukan. Toko online yang menjadi impian saya adalah toko aksesoris online. Lho, kok nggak nyambung? Gimana ceritanya?


Membuat aksesoris bros sambil menjaga toko.
  Ceritanya terjadi dua tahun yang lalu. Bermula dari iseng, sambil menjaga toko, saya membuat prakarya berupa aksesoris dari bahan pita dan kain perca. Setelah jadi, saya coba jual ke tetangga. Alhamdulillah, aksesoris handmade buatan saya laris manis. Sejak saat itu, saya mulai berjualan aksesoris dengan label inas craft. Semua proses produksi aksesoris dikerjakan oleh saya sendiri. Saya bersyukur saat itu saya dibantu oleh dua orang ART (asisten rumah tangga). Mereka berdua bekerja di rumah untuk mengurus Eyang (ibu saya), mengurus si bungsu Dd Irsyad, dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Jadi, saya bisa fokus mengurus toko obat dan membuat aksesoris.

  Untuk menambah pelanggan, saya menjual aksesoris di Facebook dan Twitter. Saya tidak memakai layanan BBM (Blacberry Meseger) yang hits banget untuk para penjual online saat itu, karena HP saya bermerk Nokia. Meski demikian, saya cukup puas dengan cara berjualan saya yang tidak terlalu bergerilya promosi ke sana ke mari.

Searah jarum jam: bros mawar satin, aplikasi dari flanel,
bros bunga sifon, dan jepit tiktok.

  Dulu saya sengaja tidak membuatkan fans page khusus di Facebook untuk jualan saya ini karena saya takut. Lho, takut kenapa? Takut laris dan banyak pesanan, hehe. Maklum, saya ini kan emak riweuh yang selalu sok sibuk dengan satu suami ganteng, tiga anak laki-laki lincah, satu orang tua, dan satu toko plus warung obat. Meski memiliki dua orang ART, saya kewalahan membagi waktu untuk membuat aksesoris. Mulai terasa berat saat saya memutuskan untuk memperkerjakan satu ART saja. Saya mulai sakit-sakitan karena kurang tidur akibat begadang mengerjakan pesanan aksesoris.

   Dan akhirnya, sekitar setahun yang lalu, kegiatan berjualan aksesoris di dunia maya pun tersendat karena kesibukan saya. Ditambah kondisi saya saat ini yang sama sekali tidak mempunyai ART, proses produksi aksesoris terpaksa berhenti. Saya hanya membuat aksesoris jika ada pelanggan lama yang memesan saja. Atau membuat aksesoris dalam jumlah sedikit, dijual habis ke tetangga, lalu bikin lagi, dan seterusnya.

   Semangat saya untuk berjualan online kembali terpacu setelah membaca buku Mbak Carolina Ratri yang berjudul "Sukses Membangun Toko Online". Buku ini saya dapat secara gratis dari blog Mbak Uniek yang sedang bagi-bagi hadiah buku tersebut. Wah, begitu bukunya sampai, langsung saya baca. Akibatnya, kompor semangat membuat toko online tiba-tiba membara *awas, meleduk!*

Sudah punya buku ini belum? Ayo, dibeli!

   Buku ini menjelaskan step by step bagaimana membuat sebuah toko online. Tutorialnya jelas dan mudah dimengerti. Saya merasa sedang les privat langsung dan dibimbing oleh penulisnya. Sayang, saya membacanya hanya sambil manggut-manggut saja. Harusnya langsung praktek di depan komputer! Langsung bikin, dong! Aduh, ampun! Buka laptop itu kesempatan langka buat saya. Baru dinyalain, langsung ada yang nyerobot, "Mau main game!" Ya sudah, yang gede ngalah deh... (termasuk saat saya mengetik postingan ini, Kk Rasyad sudah gelisah ingin mengambil alih).

   Sebelum membuat toko online, saya harus mempersiapkan dulu produk yang akan dijual, kemudian mengemasnya dengan cantik. Rencananya dalam waktu dekat saya akan membuat logo dan memesan label khusus. Insya Allah, jika semua sudah siap, saya akan mencoba membuat toko online sendiri. Seandainya nanti saya yang gaptek parah ini bingung, maka tidak menutup kemungkinan saya akan meminta bantuan orang lain untuk membuatkan toko aksesoris online impian saya. Ada yang mau bantu? :)

   Seperti apa sih, toko aksesoris online impian saya? Saya ingin toko aksesoris online saya nanti mempunyai desain sesuai dengan tag line inas craft, yaitu sweet and simple. Saya tidak suka desain yang terlalu rumit bin njelimet. Soalnya, saya ini kan orangnya sederhana, baik hati, tidak sombong serta rajin menabung *nggak nyambung* :D

   Toko aksesoris online impian saya adalah:
  1. Punya alamat website dengan domain sendiri alias bukan gratisan. 
  2. Desain websitenya simpel namun terlihat manis. 
  3. Didominasi oleh warna kesukaan saya, yaitu ungu. Diberi aksen gambar bunga-bunga mawar yang cantik (karena saya pencinta bunga mawar). Pasti seneng dong, lihat yang berbunga-bungaa...ahh...i feel free...
  4. Header blog bertuliskan inas craft saja. Kalau ternyata foto saya terlihat bagus untuk di taruh di situ, ya ikutan mejeng deh.
  5. Ada list kategori produk aksesoris handmade, yaitu: bros, jepit rambut (jepit buaya, jepit tiktok, jepit otomatis), bando, bandana (untuk bayi dan anak), cincin, gelang.
  6. Ada tombol keranjang belanja berikut log in untuk pembeli.
  7. Foto-foto produk terbaru dan terlaris dipajang rapi dengan keterangan yang jelas.
  8. Ada keterangan cara berbelanja, alamat Facebook Fans Page dan Instagram, nomor kontak yang bisa dihubungi (BBM dan Watsapp), juga nomor rekening bank.
  9. Sudah. Cukup itu saja. Saya kurang suka toko online yang dipenuhi iklan dari toko lain. Kesanya terlalu ramai. 
 Demi mewujudkan impian saya, saat ini saya sedang mencicil membuat beraneka macam aksesoris sebelum mulai go online. Jika contoh produk sudah ada, jadi kelihatan dong, barang apa saja yang dijual. Setelah dibuat fotonya, saya tinggal membuat produk yang sama sesuai pesanan. Jadi nggak riweuh, kan? Ayo, dukung dan beri saya semangat! 

   Saya serius ingin kembali berkarya. Agar proses produksi berjalan lancar, saya merenovasi kamar kosong yang tadinya menjadi kamar mantan ART saya menjadi bengkel kerja. Lemari bekas anak-anak saya manfaatkan untuk tempat penyimpanan bahan craft. Ada lemari bayi milik Kk Rasyad (gambar 1) dan lemari baju milik Kk Rasyad dan Dd Irsyad (gambar 2 dan 3). Hasil perburuan kain perca saya kelompokkan sesuai bahan dan motifnya (gambar 4). Terakhir, saya memesan meja berukuran khusus hingga pas di taruh di depan jendela (gambar 5). Aduh, jadi gatel tangan ini pengen ngecraft lagi...


Bengkel kerja sederhana
  
Sekian dulu cerita impian saya untuk mempunyai toko online aksesoris handmade. Doakan semoga segera terwujud, ya. Aamiin.



Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Toko Online Impianku

12 komentar:

  1. ternyata lumayan banyak ya, emak2 blogger yg sudah punya toko online, saya juga pengen.... kepengen udah lama, tapi belum terealisasi :(
    sukses utk semuanya ya mak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita bikin yuk mak ^_^
      Aamiin...makasih buat doanya ya :)

      Hapus
  2. Wihhhh... asli riweuh ini. Suka Mak, sama detail konsepnya :D
    Gutlak yaaaa...

    Makasih sudah ikutan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi *lapkeringet*
      Makasih juga ya Mak, jadi bisa curhat ttng impian yg satu ini ^_^

      Hapus
  3. Aku doain segera tercapai impiannya bikin www.inacraft.com :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...waa makasih Mak Muna nan jelita :*

      Hapus
  4. Semoga segera tercapai mbak inna... gudlak ya...

    BalasHapus
  5. Semoga semesta mengamini semua doamu Mak Inna. Ini blog rajutku lagi mangkrak nih, yg punya sok sibuk sendiri hihihiii....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih doanya, Mak Uniek :)
      Kudoain semoga jualan rajutnya kembali berkibar ya Mak ^_^

      Hapus
  6. Semoga impiannya terwujud yaa..
    Waahh senangnya kalo udah ada passion akan jadi obor utk menggapai cita2 :)
    Asal dibantu pegawak aja sih mak. Kalo gak gak bakalan kepegang deh pesenan aksesoris. Pengalaman.
    Sukses juga ya buat lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih, mak Oline.
      iya, aku maunya punya pegawai biar ga keteteran mak.
      sukses selalu buat mak Oline ^_^

      Hapus
  7. Cita2 yg hebat..semoga terwujud dan berkah. Amin.
    blogwalking salam kenal mak

    BalasHapus