Senin, 28 Oktober 2013

Tas Lama Tampil Baru


Suatu hari, pada sekitar tahun 2000-2001, saat saya masih kuliah di Bandung, saya sedang berjalan-jalan di Bandung Indah Plaza bersama sahabat saya, Novi. Novi menemani saya ke Yogya Departement Store untuk mencari sebuah tas pesta. Pilihan jatuh pada sebuah tas pesta mungil berwarna hitam yang manis seharga Rp.25.000. Setelah berjalan-jalan, kami kemudian berpisah pulang. Saya menyebrang jalan, sedangkan Novi berjalan ke perempatan lampu merah untuk naik angkot ke tujuan masing-masing. Saya melewati Gramedia untuk naik angkot di belakang gedung tersebut. Entah kenapa, saya tidak langsung pulang dan malah mampir masuk ke dalam.

  Iseng melihat-lihat, mata saya tertumbuk pada tas mungil di konter tas Export. Duh, cantik banget tas tangan ini! Bahan dari kain membuat tas ini cocok untuk dipakai sehari-hari. Tapi, saya kan baru saja beli tas tangan. Aah, itu kan tas untuk ke pesta! Yang ini tas untuk jalan-jalan! Bisikan ditelinga saya akhirnya membuat saya mengambil tas yang juga seharga Rp.25.000. Saya jadi membeli dua tas pada hari yang sama, hehe.

Dua tas yang dibeli dalam waktu bersamaan dan harga yang sama
 Saya memang boros, ya. Tapi saya tidak menyesal. Kedua tas itu sampai sekarang masih sering saya pakai, lho! Awet kan! Bayangkan, sudah berapa tahun umur keduanya. Ummm...hampir 13 tahun! Lebih tua dari umur anak sulung saya, hehe.

  Tas tangan untuk pesta saya simpan di dalam kantung khusus untuk pembungkus tas. Diberi pengawet kamper juga. Sedangkan tas tangan Export lebih mudah perawatannya karena bisa dicuci. Tas ini pernah rusak. Tapi hanya robek sedikit pada bagian kantung dalamnya. Robek disebabkan oleh beban yang terlalu berat, hehe. Setelah dijahit dengan benang hitam, bagian yang robek bisa tertutup dan tas bisa dipergunakan kembali.

Bagian dalam tas
   Menatap tas mungil kesayangan ini, saya jadi kepingin mendandaninya. Menjadikan penampilannya baru, supaya tidak bosan memakainya. Ya ealah, sepuluh tahun lewat dipakenya model itu-itu aja :D

   Saya obrak-abrik koleksi kain perca milik Eyang. Saya menemukan secarik kain katun motif kotak-kotak. Seingat saya, dulu saya pernah punya baju dari kain ini sewaktu kecil. Saya lupa baju apa, rok atau celana pendek. Nah, sekalian untuk kenang-kenangan mengingat masa kecil pernah pakai baju kotak-kotak, saya buat bros dari kain tersebut. Ngepas banget. Untuk dibuat model ini saja, kainnya langsung habis :'(

Bros dari kain perca untuk aksesoris tas

  Saya tambahkan pita satin warna hitam dan kancing putih untuk bagian tengahnya. Sebelum disematkan peniti bros, bagian belakang saya tempel dengan kain felt atau kain flanel warna hitam. Nah, selesai! Tinggal menyematkan bros pada tas. Pakai peniti yang melekat pada bros saja tidak cukup. Kurang kuat. Bros bisa jatuh dan terlepas. Supaya pageuh eh kuat, saya memakai juga peniti biasa pada bagian dalam tas untuk dikaitkan pada bros bagian belakang. Lengkapnya dijelaskan pada foto berikut:


1) sematkan peniti bros pada bagian depan tas
2) sematkan peniti biasa pada bagian dalam tas,
kaitkan pada bagian belakang bros

   Taraaaa! Tas lama jadi tampil baru! Bros juga bisa diganti-ganti lho, sesuai warna baju yang sedang dipakai. Tapi kayaknya saya lebih suka pakai yang warna hitam putih ini ^_^


Tas lama tampil baru

6 komentar:

  1. whaaaa..kreatif bangeett mak ^^b

    BalasHapus
  2. Kreatif bener mak satu ini. Aku jadi mupeng

    BalasHapus
  3. Mak Astin, Mak Rini... makasih :)
    Yuk, bikin prakarya ^_^

    BalasHapus
  4. kalau orang kreatif, apa aja bisa jadik reasi baru ya Mak. Saya suka dengan craft, tapi tidak pernah sabar menyelesaikannya. sekarang lagi belajar jahit. mudah-mudahan, ilmu Mak bisa menginspirasi saya untuk berkreatifitas :)

    BalasHapus
  5. Halo, Mak... saya baru belajar craft juga. Ilmu saya masih sedikit banget, Mak :) Bikin prakarya-nya juga masih tergantung mood :p

    BalasHapus