Rabu, 09 Oktober 2013

Jepit Cepol Jilbab



"Bu, bisa bikinin kayak gini nggak?" tanya ibu Husna, tetangga gang sebelah langganan saya sambil menyerahkan sebuah jepit rambut berukuran besar.. Saya mengambil jepit yang dihiasai bunga besar dari tangannya. Saya tahu, jepit rambut ini adalah jepit cepol jilbab. Biasanya dipakai untuk mengikat rambut sekaligus bisa menjadi cepol (konde) sebelum memakai jilbab. Selanjutnya saya sebut jepit cepol jilbab saja, ya.

  Saya memang belum pernah membuat jepit cepol jilbab. Tidak mau mengecewakan pelanggan, saya menyanggupi untuk membuat jepit tersebut. Padahal, saya belum tahu bagaimana cara membuatnya. Gampang, nanti bisa saya sontek model jepit yang sama dari tempat penjualan aksesoris.



  Esok harinya, saya mulai hunting bahan untuk membuat jepit cepol jilbab sekaligus mencari tahu tehnik pembuatannya. Pertama, saya datangi butik baju muslim kenamaan di kota Bogor. Sebagai trend setter, butik tersebut pasti menjual aksesoris jilbab dengan model terkini. Benar saja, saya menemukan jepit yang saya cari di sana. 



  Saya pun mulai memasang kamera di dalam otak saya untuk merekam bentuk, jahitan,  dan bagian mana yang diberi lem pada jepit yang sedang saya amati. Saya 'mengubek-ubek' semua jepit cepol jilbab yang dipajang. Saya sibak tiap lipatan kain pada bunga yang terpasang di jepit untuk mengetahui tehnik menjahitnya. Supaya tidak dicurigai Mbak penjaga butik, saya pura-pura bertanya dan bilang ada teman yang titip minta dibelikan jepit cepol jilbab. Saya tanya ada berapa ukuran, modelnya seperti apa saja, dan sebagainya. Kalau harganya, sudah ditempel di situ (ssstt...ternyata mahal juga lho). Terakhir, setelah semua informasi saya rasa cukup, saya melenggang pergi dengan alasan takut salah membelikan. Hehehe...

  Tadi di butik ternama, tempat kedua tujuan survey saya adalah pedagang kaki lima di pasar. Eeh, ternyata jepit ini ada juga, lho! Dengan strategi yang sama, saya mengacak-acak dagangan jepit si Mamang penjual aksesoris. Ternyata, jepit yang dijual di pasar bahannya berkualitas rendah. Harga jepit hanya separuh dari yang dijual di butik tadi. Jahitan bunga penghiasnya juga kurang rapi. Yah, harga menentukan kualitas bukan? Setelah puas 'menggali' informasi, saya pun melenggang pergi. Nggak enak juga ke si Mamang yang sudah sabar melayani pertanyaan bawel saya dan dioprek dagangan jepitnya. Padahal saya memang nggak niat beli. Duh, punten ya, Mang...

  Saatnya eksekusi! Setelah ketuwelan sambil begadang. Yap, begadang! Saya baru bisa membuat prakarya saat 3 boyz sudah tidur. Lebih tenang dan tidak ada gangguan, hehe. Berikut langkah-langkah pembuatannya:
  1. Gunting kain menjadi 3 ukuran yang berbeda, yaitu untuk bagian atas, tengah dan pinggir. Ada yang pakai kain satin, kain katun, kain tile dan kain hero (bener nggak sih nulisnya, kain yang biasa dipakai untuk dalaman). Saya sengaja bikin untuk 3 jepit, supaya Ibu Husna bisa memilih sendiri model yang beliau suka.
  2. Jahit jelujur setiap kain. Kemudian diserut untuk membentuk jadi bunga. Setelah ketiga lingkaran bunga jadi, semua disatukan dengan cara dijahit pada bagian tengahnya.
  3. Lem bagian dalam bunga supaya kelopaknya tidak 'lari-lari'. Selain itu juga berfungsi agar ketiga bagian merekat dengan kuat. 
  4. Rapikan bagian bawah bunga yang bolong dan berantakan. Tutupi dengan guntingan lingkaran dari kain. Jahit sedikit dan beri lem.
  5. Tempelkan aplikasi bunga yang sudah jadi pada sisi kiri dan kanan jepit bergigi.
3 pasang bunga untuk 3 jepit yang belum jadi
   Ternyata, bikin bunga jepit cepol jilbab ini menghabiskan banyak bahan. Untuk bagian paling bawah saja saya memerlukan panjang kain 1 meter! Pikir-pikir, saya nggak mau rugi jika sudah dilem semua tapi jepit ini nggak laku. Akhirnya, sebelum semua bunga ditempel pada jepit, saya tanyakan dulu pada Ibu Husna model mana yang beliau mau. Ternyata beliau memilih model bunga warna pink tua. Jadi, hanya bunga ini saja yang akan saya pasang pada jepit. Bunga yang lain, bisa dipakai untuk membuat aksesoris lain.

  Jujur, saya bingung saat mengelem jepit ini. Kesulitan disebabkan oleh model jepit yang 'gigitannya' melengkung. Jika pakai yang 'gigitannya' lurus, jatuhnya bunga yang dilem jadi lebih pas. Duh, mau bagaimana lagi, nih. Model jepit yang paling besar ukurannya tidak ada yang ber'gigitan' lurus. Mungkin di tempat lain ada, tapi saya saja yang tidak tahu harus mencarinya di mana. Untunglah Bu Husna mengerti setelah saya jelaskan.


Jepit cepol jilbab yang sudah jadi

  Alhamdulillah, senang rasanya jika sudah berhasil menaklukkan satu tantangan! Iya, tantangan membuat jepit cepol jilbab. Sebenarnya, saya sendiri kurang setuju dengan pemakaian jepit ini di dalam jilbab. Jika tujuannya untuk aksesoris rambut saja, ya tidak apa-apa. Tapi jika dipakai untuk menampilkan wujud konde di dalam jilbab, hmm..kayaknya gimana gitu. Saya nggak mau jelasin di sini, ah. Maaf lho, ini pendapat pribadi saya. Jangan tersinggung ya :)
Aplikasi bunga besar. Diapain yaa?
  Terus, bagaimana dengan sisa dua pasang bunga aplikasi yang tidak jadi ditempel di jepit cepol jilbab? Belum tahu, nih. Rencananya mau saya bikin jepit rambut biasa aja, yang pakai kayak klip dari besi terus dipencet terbuka itu (duuh, namanya apa sih?). Jadi aplikasi bando atau bandana, ukurannya terlalu besar. Kalau dibikin jadi bros kayaknya kegedean juga, deh. Nanti jadi bros raksasa, haha!

  Ini adalah postingan pertama yang bercerita tentang barang dagangan inas craft, usaha aksesoris kecil-kecilan yang saya jalani sesuai mood :D Insya Allah akan ada kelanjutan postingan berikutnya. Dengan catatan, jika saya sudah selesai menghasilkan satu prakarya. Selamat berprakarya! ^_^ 







9 komentar:

  1. Kalau pajang kain yg dipakai mencapai 1 meter, berarti diameter bunga mencapai 9 cm atau bisa jadi lebih ya mbak?
    bisa dipasang di jepit rambut otomat atau bandana dari renda elastis.

    BalasHapus
  2. Betul, diameternya jadi 10-12 cm, Mbak :)

    Oh namanya jepit rambut otomat ya, tengkyu sdh dikasih tahu :)

    Kayaknya yg satu mau saya bikin jadi jepit rambut otomat dulu. Satunya lg mau coba dipasang di bandana renda elastis, trus difoto tapi nggak dilem. Jadi kalau ada yg mau baru dilem, hehe

    Terima kasih banyak untuk masukannya, Mbak Susi ^_^

    BalasHapus
  3. coba kalau deket Mak, pengen deh belajar bikin asesoris dari kain begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini aq ajarin :)
      Waah kalo deket, kayaknya asyik kita bisa ketuwelan bikin prakarya bareng, ya Maakk...
      Aq jg pingin diajarin bikin bunga2 kertas yg lucu kayak buatan Mak Dey :)

      Hapus
  4. wah... kalao dibikin bross bisa cantik juga lho mba. Ngiler dewh..
    salam kenal dari yogya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo jadi bros kayaknya kegedean, Mbak. Kecuali memang suka yang ede, hehe
      Salam kenal kembali, Mbak Entik ^_^

      Hapus
  5. coba dibuat bros Mak, tapi ditambah ada rantainya.. lebih full aja.. eh pendapatku sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini ukurannya gede, 11 cm n 12 cm. sy ga pede bikin bros gede, hehe..
      Makasih untuk sarannya, mak sari...nanti sy coba terapin u ukuran yg kecil ^_^

      Hapus